Cerita Akhir Tahun

Kadang saya merasa geli dengan diri sendiri. Apalagi kalau mengenai blog ini. Membuat blog ini adalah usaha yang kesekian kalinya saya lakukan untuk belajar menulis. Sudah tidak terhitung berapa banyak blog yang mati pelan-pelan karena tidak tersentuh. Karena itu, kali ini saya mati-matian menghapal kata kunci (selain malas menulis, masalah klasik utama saya adalah lupa kata kunci email), rajin membaca blog-blog terkenal, sambil terus menjaga semangat agar tidak padam. Dan entah kenapa, saya selalu semangat untuk update di akhir tahun. Yang semakin mempertegas kemalasan stadium akut saya karena nulis cuma 2 kali dalam setahun.

Sekarang sudah bulan November, penghujung tahun 2015. Twenty nine is my age kalau menurut bahasa vickinisasi. Alhamdulillah sudah 3 tahun menikah. Hidup masih jungkir balik bagi saya. Masih berusaha untuk sepetak tanah dan sebuah rumah. Masih berusaha untuk mencium wangi bayi dan tangisannya di tengah malam. Masih berusaha tetap waras di antara semua kecewa. Masih berusaha bijaksana di antara semua masalah.

Tapi kali ini saya bertekad lebih, lebih, dan lebih baik. Ada sedikit rencana dalam kepala. Tidak berani terlalu banyak menyimpan ancang-ancang (eh,ini Bahasa Indonesia bukan ya?).

Saya tidak tau apakah akan berhasil atau akan terhenti di tengah jalan lagi. Namun saya akan berusaha lebih keras kali in

Advertisements