Kelakuan Pedagang yang Bikin Sebal

Hola amigos! Bagaimana hari Senin nya? Semoga lancar jaya ya dan tidak terlalu menyebalkan *silakan lirik kerjaan masing-masing*. Sekarang tengah bulan ya, masa-masa mencemaskan bagi kantong dan perasaan. Banyak kepengen tapi mesti hemat. Biar keinginan belanja-belanji makin tipis, ada baiknya kita baca beberapa kelakuan pedagang yang bikin sebal berikut. Kalau sudah ketemu sama pedagang yang kayak berikut, keinginan membeli dijamin melorot beberapa derajat.

1.JUTEK

Pernah ketemu barang yang bagus, atau tempat makan yang oke banget, tapi pedagangnya irit kalimat sama pelit senyum? Pasti di tiap daerah ada yang begini, sekurang-kurangnya satu orang. Tapi yang ajaibnya, dagangannya jadi terkenal. Kadang terkenal karena enak atau bagus nya, atau terkenal karena ke jutekannya. Di tempat saya ada sih beberapa. Untung makanannya enak jadi ketika makanannya disuap, juteknya bisa dilupakan. Hahaha

2. Pilih Kasih

*Antri beli obat sakit kepala.

*Datang ibu-ibu/bapak-bapak (biar adil contohnya) main serobot, mau beli obat panu. Langsung dilayani, sambil nostalgia cerita jaman SD dikejar-kejar soang (entah kenapa saya kepikiran soang)

*Sakit kepala nya hilang, ganti jadi sakit hati (dan perasaan).

Pernah ngalamin kayak gitu? Sebal ga sih?! Ok, fine, kalau yang datang beli orang yang dikenal. Teman sekolah dulu kek, teman zaman perjuangan kek, teman tapi mesra kek, tapi ya mesti liat-liat juga dong siapa yang datang duluan.

3. Pelayanan tergantung kuantitas

*Kejadian berikut merupakan kisah nyata. Mohon maaf bila ada kesamaan nama dan tempat.

Situasi: beli gorengan buat saya dan papa.

S = saya, UPG= uni penjual gorengan, IBGB=ibu-ibu beli gorengan banyak

S: Uni, beli pisang gorengnya 3, tahu gorengnya 2.

UPG: “pura-pura ga dengar sambil sibuk mondar-mandir”

IBGB: “datang tiba-tiba”. Tolong bungkus pisang gorengnya seribu buah, tahu goreng dua ribu lima ratus buah plus cabe rawitnya satu kebun (angkanya didramatisir oleh saya sendiri)

UPG: “langsung bergerak cepat bungkus pesanan IBGB”

S: “tebalikin gerobak gorengannya” (tentu saja dalam pikiran saya sendiri)

Ya kita ngerti, pedagang cari keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Cuma ya mesti tetap ramah dong dengan pembeli, apapun situasinya. Pembeli ada juga kok yang nyebelin, tapi selama tidak mengganggu, rasanya bisa dipahami.

Jadi, mau belanja apa hari ini?

 

 

Kosakata Akun Gosip Lvl:Advance (part I)

Note: tulisan berikut tidak untuk bahan pembelajaran. Hanya untuk referensi saja.

Jangan alergi dulu dengan kata gosip. Kadang ada pelajaran yang bisa diambil, salah satu nya menambah kosakata khusus dunia pergosipan. Setidaknya demikian yang saya alami. Di suatu hari yang membosankan, saya sedang menelusuri linimasa twitter mencari-cari sesuatu yang bisa meningkatkan semangat. Long story short(sebenarnya saya lupa detailnya), maka ditemukanlah sebuah akun yang membahas sisi-sisi lain dari para public figur. Gosip ala infotainment? Lewaaat. Untuk yang suka fanatik sama artis atau selebritis, tidak disarankan mengikuti akun-akun ini. Karena apa yang disajikan bisa bikin jantungan atau emosi tingkat tinggi.

Nah, dengan kondisi demikian, bagaimana caranya agar hal yang disampaikan tidak terlalu vulgar, kasar, dan semacamnya? Di sini lah muncul kosakata-kosakata ajaib itu. Sekilas seperti bahasa gaul ala Debby Sahertian yang dulu sempat booming, namun dengan beberapa pengembangan. Berikut kita mulai ya.

*Semoga ini dianggap amalan karena memberikan ilmu. (Ilmu ngaco).

  • gogon = gosip underground
  • hamidun = hamil
  • belok = perubahan orientasi seksual
  • cucok = cocok
  • eeiim = benar sekali
  • kewong = kawin
  • dese/deseu = dia
  • jahara = jahat
  • gedong = besar (ini yang bikin kosakata orang minang mungkin)
  • ertong = artis
  • tuwir = tua
  • sapose = siapa
  • kepo = ingin tau
  • udin = udah
  • apose = apa
  • polkis = polisi
  • slengki = selingkuhan
  • ceremai = cerai
  • pelsong = palsu
  • lupita = lupa

Seperti yang terlihat, kosakata di atas sangat tidak syariah,hahaha. Atau terasa seperti percakapan di salon. Karena itu lah, hanya dipakai untuk kegiatan pergosipan, bukan untuk percakapan sehari-hari.

Dan sekali lagi, ini hanya referensi saja ya, siapa tau nanti tersesat dalam percakapan dengan kata-kata ajaib ini.

Baik lah, demikian untuk pelajaran hari ini. Nanti ditambah kalau ingat,hahaha. Bye cyiinnn.

 

 

Untitled February

Selamat pagi Februari 2016. Ga, saya ga akan bahas tentang tips mencari kado valentine, atau ide-ide untuk bikin valentine dinner yang romantis dan berkesan. Saya ga anti hari kasih sayang juga, hanya saja hari yang identik dengan coklat dan mawar ini tidak menempati peringkat mana pun dalam daftar hari yang perlu dirayakan. Dulu sih waktu masih pakai seragam putih abu-abu pernah beberapa kali terima kado tapi ya sudah, begitu saja. Gaya-gayaan anak sekolahan labil,hahahaha.

Tapi kalau dipikir-pikir (iya, saya sendiri yang mikir), perihal cari mencari kado ini sungguh ribet bukan kepalang. Menebak apa yang paling diinginkan orang bukan pekerjaan yang gampang, kecuali kita punya kekuatan bisa membaca pikiran orang lain. Apalagi bagi saya, perempuan yang masuk kategori suka bingung kalau ditanya mau nya apa. Kalau ada yang bisa baca pikiran saya atau perempuan-perempuan senasib lainnya, mungkin sudah kategori profesor di sekolahannya mutan.

Jadi, apa sebenarnya yang mau saya ceritain sekarang ini? Semuanya berawal dari sebuah pulpen bertinta biru dengan merek “STANDARD”. Bukan, saya bukan mau ngiklan. Siapa juga yang mau pasang iklan di blog yang update nya ngalahin periode gajah bunting. Pulpen merek ini terkenal bagus memang. Lalu apa istimewanya? Karena saya baru menyadari nya. Ada beberapa kali baca komen-komen orang tentang pulpen ini, tapi saya ga pernah menyimpan hal tersebut sebagai informasi yang berguna. Pulpen ini ternyata memang bagus, enak dipakai nulis, tulisan saya yang ga rapi jadi lebih enak dilihat. Again, menurut saya ya. Kalau menurut orang lain ga jamin juga,hahaha.

Hal seperti ini sering terjadi, terutama pada saya sendiri. Tidak memperhatikan detail. Apa yang membuat kita senang? Apa yang membuat kita semangat? Perkara pulpen yang enak dipakai menulis ini sebenarnya sangat lah sepele. Namun bagi orang yang tidak pernah pay attention to details, menemukan hal seperti ini bisa jadi resolusi hidup. I feel bad for myself karena butuh beberapa waktu untuk dapat memahami hal kecil namun berarti seperti ini. Merek roti untuk sarapan yang disuka suami. Berapa takaran air untuk bikin indomie yang enak. Apa merek sabun cuci piring yang paling ampuh membasmi sisa minyak makanan.

Sebelum menulis postingan ini, saya dulu suka suudzon dengan orang-orang yang menurut saya ribet soal detail, maaf kan saya ya 😉 Sepertinya istilah you can find happiness in details ada benarnya. Fokus untuk bahagia dengan hal-hal kecil. Semoga kita semakin bahagia.