Untitled February

Selamat pagi Februari 2016. Ga, saya ga akan bahas tentang tips mencari kado valentine, atau ide-ide untuk bikin valentine dinner yang romantis dan berkesan. Saya ga anti hari kasih sayang juga, hanya saja hari yang identik dengan coklat dan mawar ini tidak menempati peringkat mana pun dalam daftar hari yang perlu dirayakan. Dulu sih waktu masih pakai seragam putih abu-abu pernah beberapa kali terima kado tapi ya sudah, begitu saja. Gaya-gayaan anak sekolahan labil,hahahaha.

Tapi kalau dipikir-pikir (iya, saya sendiri yang mikir), perihal cari mencari kado ini sungguh ribet bukan kepalang. Menebak apa yang paling diinginkan orang bukan pekerjaan yang gampang, kecuali kita punya kekuatan bisa membaca pikiran orang lain. Apalagi bagi saya, perempuan yang masuk kategori suka bingung kalau ditanya mau nya apa. Kalau ada yang bisa baca pikiran saya atau perempuan-perempuan senasib lainnya, mungkin sudah kategori profesor di sekolahannya mutan.

Jadi, apa sebenarnya yang mau saya ceritain sekarang ini? Semuanya berawal dari sebuah pulpen bertinta biru dengan merek “STANDARD”. Bukan, saya bukan mau ngiklan. Siapa juga yang mau pasang iklan di blog yang update nya ngalahin periode gajah bunting. Pulpen merek ini terkenal bagus memang. Lalu apa istimewanya? Karena saya baru menyadari nya. Ada beberapa kali baca komen-komen orang tentang pulpen ini, tapi saya ga pernah menyimpan hal tersebut sebagai informasi yang berguna. Pulpen ini ternyata memang bagus, enak dipakai nulis, tulisan saya yang ga rapi jadi lebih enak dilihat. Again, menurut saya ya. Kalau menurut orang lain ga jamin juga,hahaha.

Hal seperti ini sering terjadi, terutama pada saya sendiri. Tidak memperhatikan detail. Apa yang membuat kita senang? Apa yang membuat kita semangat? Perkara pulpen yang enak dipakai menulis ini sebenarnya sangat lah sepele. Namun bagi orang yang tidak pernah pay attention to details, menemukan hal seperti ini bisa jadi resolusi hidup. I feel bad for myself karena butuh beberapa waktu untuk dapat memahami hal kecil namun berarti seperti ini. Merek roti untuk sarapan yang disuka suami. Berapa takaran air untuk bikin indomie yang enak. Apa merek sabun cuci piring yang paling ampuh membasmi sisa minyak makanan.

Sebelum menulis postingan ini, saya dulu suka suudzon dengan orang-orang yang menurut saya ribet soal detail, maaf kan saya ya 😉 Sepertinya istilah you can find happiness in details ada benarnya. Fokus untuk bahagia dengan hal-hal kecil. Semoga kita semakin bahagia.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s